Minggu, 29 April 2012

#XOfanfict new series


#XOfanfic #newseries

The Symphony of Love Part1

Sebelumnya, maaf kalau ada salah-salah penulisan kata.
Semoga ngerti yaa sama jalan ceritanya. Ceritanya ini ganti-ganti sudut pandang, tapi penulisan tetep pake sudut pandang orang ketiga kok. Terus alurnya juga maju mundur. Jadi, bacanya hati-hati ya. Enjoy the story guys ^^

*****

Di salah satu kelas di kampus, ada tiga orang sahabat yang sedang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing setelah kelas selesai. Mereka adalah Nicky, Bobby dan Hendra. Nicky, dengan setelan casualnya sedang tenggelam dalam bimbang. Hendra, yang duduk di samping kanan Nicky sedang menyelesaikan beberapa catatan yang diberikan dosen saat kelas tadi. Bobby, yang duduk di sebelah kiri Nicky sedang mendengarkan lagu dengan headset yang baru saja dibelinya kemarin. Bobby yang melihat Nicky diam sedari tadi memecah keheningan diantara mereka bertiga.

“jadi... kapan lo mau nembak Novi Nick?”tanya Bobby pada Nicky sambil menyikut pelan lengan Nicky.

“gak tau juga nih Bob, gue juga bingung”jawab Nicky.

“jangan lama-lama loh Nick, nanti keduluan nyesel loh”goda Hendra pada Nicky.

“iya.. iya.. nanti gue pikir-pikir lagi”balas Nicky.

Nicky, Bobby dan Hendra kembali ke kesibukannya masing-masing.

*****

Nicky sedang merenung di kamarnya sambil ngeliatin foto Novi, gadis yang membuatnya jatuh hati. Novi berhasil membuat Nicky tergila-gila dengannya, lewat suaranya, lewat tulisan-tulisanya dan lewat wajahnya. Novi bukan hanya ditaksir oleh Nicky, tapi juga oleh hampir seluruh mahasiswa di kampus. Dari mulai yang senior sampai yang junior. Bahkan sahabat-sahabat Nicky juga menyukainya, terkecuali Bobby dan Hendra. Dari semua cowok di Kampus, Nicky mungkin adalah salah satunya yang paling beruntung, karena Nicky bisa deket sama Novi. Semua itu karena kejadian waktu itu...

*****

Setiap hari valentine, beberapa mahasiswa dan mahasiswi dari kalangan atas ngadain pesta topeng. Semua mahasiswa dan mahasiswi kampus yang populer diundang. Nicky, Hendra dan Bobby termasuk salah satunya. Mereka populer karena mereka punya band indie namanya The ONE, walaupun band mereka ini cuma band kampus aja, bukan band serius dan belum pernah nyiptain lagu(Cuma ngecover lagu aja), mereka sudah punya banyak penggemar yang biasa di sebut T-OFF [The One Friend Forever]. Novilia Diandra atau yang biasa dipanggil Novi juga diundang. Novi jelas termasuk yang populer, walaupun dia tidak memiliki band seperti layaknya Nicky. Paras cantiknya membuatnya digilai banyak mahasiswa di kampus, tulisan-tulisannya yang biasa ia sumbangkan di majalah kampus juga membuatnya makin populer.

Nicky memasuki ruangan pesta, dengan setelan kemeja putih dan jas hitam, terlihat sangat gagah. Dia juga mengenakan topeng warna hitam, topeng itu menutupi sebagian wajahnya dan memperjelas kedua mata indahnya. Di dalam ruangan itu, Nicky langsung bergabung bersama empat orang sahabatnya yang lain, Hendra, Bobby, Budi dan Agoy. Nicky dan beberapa tamu pesta topeng langsung mengalihkan pandangan mereka pada seorang gadis yang baru saja memasuki ruang pesta. Dia mengenakan gaun berwarna biru cerah, wajahnya sedikit terhalang oleh sebuah topeng kupu-kupu yang cantik, walau cantiknya topeng itu tetap kalah dengan kecantikannya. Gadis itu tampak sangat anggun, tapi anehnya, tidak ada seorang pun yang mengenalinya. Gadis itu mulai masuk dan berjalan mendekati teman-temannya. Setelah beberapa lama, Nicky baru tau kalau gadis itu Novi.

Satu jam berlalu, Novi terlihat menjauh dari teman-temannya, Nicky yang memperhatikan Novi sedari tadi mengikuti Novi. Tadinya, Nicky mengira, Novi akan pergi ke toilet. Ternyata dia salah, Novi malah menuju ruang tangga darurat. Novi mulai melangkah menaiki anak tangga, sesekali berhenti untuk menarik nafas, Nicky tetap mengikutinya dari belakang tanpa diketahui. Novi berhenti, membuka sebuah pintu dan melangkah keluar. Novi dan Nicky saat ini sedang berada di lantai paling atas hotel tempat pesta topeng ini berlangsung.

“lo ngapain kesini?”pikir Nicky dalam hati.

Nicky ikut melangkah keluar seperti yang dilakukan Novi. Baru saja satu langkah, Nicky mendengar isak tangis.

“jangan... jangan...”pikir Nicky lagi. Nicky mulai menebak-nebak apa yang terjadi pada Novi.

Nicky berjalan mendekati Novi. Novi duduk tanpa alas, ia memandangi bintang sesaat lalu menundukkan kepalanya dan menangis. Nicky menghampiri Novi dan duduk disampingnya. Novi kaget dan berhenti menangis saat menyadari ada sesorang yang tidak dia kenali duduk di sampingnya. Ia lalu bangun dari duduknya dan beranjak pergi. Namun langkah kakinya kalah cepat dengan tangan Nicky yang dengan sigap menahan pergelangan tangannya.

“kenapa pergi?”tanya Nicky pada Novi yang tidak dijawab sama sekali.

“kalau lo butuh nangis, lo bisa kok nangis disini. Kalau lo butuh cerita, gue bisa dengerin semua cerita lo. Kalau lo butuh sendiri, gue bisa kok pergi dari sini. Yang penting lo bisa ngelepasin beban pikiran lo”lanjut Nicky panjang lebar.

Novi hanya diam. Dia tidak jadi pergi dan kembali duduk di sebelah Nicky. Nicky berinisiatif pergi setelah Novi kembali duduk di sampingnya, karena menurut Nicky, Novi memang butuh waktu sendiri. Tapi saat Nicky baru berjalan menjauh beberapa langkah dari Novi, Novi memanggilnya.

“kenapa pergi? Gue gak nyuruh lo pergi kok, gak mau dengerin curhatan gue ya?”

Nicky tak percaya saat dirinya dipanggil oleh Novi. Sempat dia kehilangan kendali atas dirinya karena terlalu senang, namun dengan mudah ia mengembalikannya. Nicky kembali duduk di sebelah Novi dan mulai berbincang lagi sambil memandangi indahnya langit malam.

“ngapain disini?”tanya Nicky.

“menyendiri aja”jawab Novi singkat.

“kenapa menyendiri?”

“karena... gue terpaksa kesini”

“terpaksa? Tapi terpaksa kenapa?”

“temen-temen yang maksa gue. Padahal... gue gak pernah suka sama hari ini”

“loh kenapa? Bukannya hari valentine itu jadi hari yang penuh cinta? Bukannya semua orang suka sama hari ini? Kenapa lo enggak?”Nicky semakin bertanya-tanya.

“karena di hari valentine...”Novi tidak melanjutkan kata-katanya.

Dia mulai menitikkan kembali air matanya. Nicky mencoba membuat Novi tenang dengan mengelus-elus pelan pundak Novi. Lalu gak lama Novi kembali melanjutkan kata-katanya sambil terisak.

“lima tahun yang lalu, di hari valentine, orang tua gue bercerai. Itu awal mulanya gue gak suka sama hari ini. Kakak gue, Lee, juga pergi ninggallin gue sama mama gue di hari valentine. Yang gue lebih gak nyangka lagi adalah, kak Lee ninggallin gue dan mama cuma gara-gara tergiur sama harta yang ditawarin papa gue. Puncaknya gue gak suka sama hari ini itu satu tahun lalu, karena...”jelas Novi panjang lebar, lalu berhenti dan dia menangis tersedu.

Nicky juga ikut merasakan kesedihan yang dirasakan Novi. Ia mencoba kembali menguatkan Novi dengan mengelus pelan pundak Novi. Novi mulai tenang setelah beberapa menit berlalu.

“satu tahun yang lalu... tepat di hari ini juga, mama pergi ninggallin gue, buat selama-lamanya...”Novi kembali menitikkan air matanya, namun kali ini ia terlihat lebih tegar.

“sorry Nov, gue gak maksud bikin lo inget itu dan jadi sedih”

“iya, gakpapa kok, lagipula tadi kan yang mau cerita gue. Thank’s udah mau denger cerita gue ya, udah lama gue gak sharing gini sama orang hehe”balas Novi dengan senyum tipis yang dia paksakan.

“btw, lo kok bisa disini juga?”tanya Novi.

“gue.. gue.. tadi ngikutin lo hehe”

“ngapain?”

“abisnya lo aneh, tiba-tiba aja misah dari temen-temen lo”

“haha iseng deh, terus kok lo bisa tau nama gue Novi?”

“siapa sih di kampus ini gak gak tau Novilia Diandra? Anak semester dua jurusan sastra Indonesia, yang tulisannya selalu dinanti-nanti sama pembaca majalah kampus, yang dipuja-puja sama hampir seluruh mahasiswa di kampus, yang penggemarnya dimana-mana”

“haha bisa aja lo, terus? Lo termasuk penggemar gue gitu?”goda Novi.

“yaa gitu deh, jadi malu hehe”jawab Nicky malu-malu, pipinya sedikit memerah.

“btw, nama lo siapa? Lo udah tau gue, tapi gue belum tau lo, kan gak enak”

“nama gue Nicky Riyant, lo bisa panggil gue Nicky”balas Nicky sambil menyodorkan tangannya ke depan Novi dan Novi menjabatya.

“wah, mahasiswa lain kalau tau gue jabat tangan sama lo pasti envy deh hehe”

Novi ikut tertawa besama Nicky, ia sudah dapat sedikit mengesampingkan masalahnya dan melupakannya sejenak.

“lo semester berapa?”tanya Novi.

“semester tiga”

“wah, berati gue sekarang lagi duduk sebelahan sama senior dong yah”

“hehe iya, tapi jangan panggil kakak ya, kita seumuran kok”

“GeeR abis!! Siapa juga yang mau manggil kakak”ledek Novi sambil menjulurkan sedikit lidahnya.

Nicky dan Novi menghabiskan malam mereka di tempat itu. Tertawa bersama, berbagi cerita dan mungkin berbagi rasa juga. Kenyamanan timbul begitu saja diantara mereka, semua berjalan apa adanya, tanpa dibuat-buat sedikitpun.

“thank’s God, untuk malam valentine terindah ini”batin Nicky.

Sejak malam itu, Nicky dan Novi semakin dekat. Mereka sering terlihat jalan bersama. Dan tidak sedikit yang cemburu dan bertanya-tanya atas kedekatan mereka itu.

*****

Di dalam sebuah kamar berwalpaper not balok, ada seorang laki-laki yang sedang memandangi wajah gadis cantik di dalam sebuah figura foto yang di genggamnya. Saat ini tengah malam, tetapi Nicky masih belum bisa tertidur. Dia sedang mengingat saat-saat dia bersama Novi. Sungguh sebuah kenangan yang indah untuknya. Tiba-tiba Nicky tersadar dari lamunannya karena handphone nya berbunyi. Nicky segera mengambil handphonenya yang terletak di atas rak yang berada persis di samping kanan tempat tidurnya. Dan saat dia liat, tertera nama Novi di layar handphone nya, itu berarti Novi yang menelfonnya, ia pun segera menerima telfon itu.

“hai! Belum tidur?”sapa Novi.

“hai juga! Belum nih, lo sendiri belum tidur Nov?”

“belum nih, gak bisa tidur gue, tiba-tiba gue kepikiran lo”

“ciee mikirin gue hehe, gue juga lagi mikirin lo nih Nov”

“hehe btw, maaf ya kalau gue ganggu lo malem-malem gini”

“iya gakpapa kok, gue malah seneng kok di telfon sama lo, btw, ada apa ya?”

“gak ada apa-apa sih sebenernya, gue.. gue cuma mau minta maaf aja sama lo kalau gue punya salah”

“lo aneh deh tiba-tiba minta maaf gini haha”

“yaa lagi error mungkin yaa, abaikan sajalah”

“hmm... besok bisa ketemuan?”

“buat apa?”

“gue mau ngomongin sesuatu, penting!”

“penting banget yah sampai gak bisa diomongin sekarang?”

“hehe iya, bisa kan?”

“bisa dong!”

“oke, besok setelah selesai kelas, gue tunggu di gerbang kampus ya”

“sip”

“yaudah, udah malem nih, tidur gih, jangan kebanyakan ngalong ahh”

“siap komandan! hahaha”

“haha dasar, yaudah met tidur Nov, have a nice dream ya”

“you too yah Nick, good night”

“good night”

Telefon terputus. Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Nicky dan Novi memang lama kalau sudah mengobrol maupun telefonan.

“besok adalah harinya!! Gue akan nyatain perasaan gue ke Novi besok!!”batin Nicky.

“tapi tadi kenapa Novi minta maaf ya?”batin Nicky lagi, dia mulai berfikir yang tidak-tidak, tapi dia segera menghapus pikiran buruknya dan mencoba untuk tidur hingga akhirnya Nicky terlelap.

*****

Novi baru saja selesai telfonan sama Nicky. Laki-laki yang berhasil membuatnya tertarik. Laki-laki yang membuatnya sedikit merubah pendapatnya tetang hari valentine. Nicky berhasil membuat malam yang paling Novi benci jadi malam yang menyenangkan untuk dikenang.

“kayaknya gue jatuh cinta sama dia, apa dia juga ngerasain hal yang sama ya?”batin Novi sambil tersenyum-senyum sendiri.

“Aaa..!!”Novi menjerit kesakitan.

Kepala Novi tiba-tiba sakit. Novi berjalan menuju dapur, membuka kotak P3K dan mencari obat sakit kepala. Sayangnya, Novi tidak menemukan obat itu disana, obatnya habis. Pembatu rumah tangga di rumah Novi sedang cuti dan supir Novi juga sedang sakit, jadi Novi harus membeli sendiri obatnya di apotik terdekat untuk mengurangi rasa sakitnya.

Di luar sedang hujan deras, Novi yang masih pusing memaksakan dirinya untuk keluar membeli obat. Novi mengenakan sweeter hitam hadiah ulang tahun ke 17nya dari kakaknya, Lee. Novi lalu mengambil payungnya dan mulai keluar menerobos hujan yang semakin deras. Apotik yang paling dekat dari rumah Novi ada di seberang kompleks perumahannya. Tapi tanpa Novi duga, ada yang sedang kebut-kebutan motor persis di depan kompleks perumahannya. Novi yang masih pusing dan mulai kedinginan akhirnya memaksakan dirinya untuk melewati gerombolan motor yang sedang kebut-kebutan itu dengan hati-hati. Ia berhasil.

Novi sampai di apotik dan membeli obatnya. Setelah dapat obatnya, Novi keluar lagi dan ngelewatin jalan yang tadi. Anehnya, jalanan yang tadi Novi lewati sepi, sudah tidak ada gerombolan motor tadi disana. Novi menyebrangi jalan setelah memasikan tidak ada kendaraan. Saat Novi di tengah jalan, kepalanya tiba-tiba pusing lagi dan kali ini lebih parah. Novi akhirnya berhenti sebentar. Dan beberapa detik kemudian...

“Aaaaa...!!!”

*****

Claudia menghela nafas panjang. Sudah lama dia tidak menghirup udara Jakarta, sudah sekitar tiga tahun lebih tepatnya. Tiga tahun yang lalu, Claudia mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah menengah atas bidang musik di Australia. Claudia terpaksa meninggalkan sahabat sekaligus kakak sepupunya, Novi, di Indonesia. Claudia kembali ke Jakarta untuk melanjutkan kuliahnya di tempat Novi kuliah, sekaligus menemani Novi yang sendirian dirumahnya.

Taksi yang ditumpangi Claudia melaju cepat menuju sebuah kompleks perumahan. Kompleks perumahan tempat Novi, sahabat sekaligus kakak sepupunya tinggal sendirian. Tanpa orang tua dan tanpa seorang kakak. Claudia pernah membuat janji pada Novi, kalau dia akan kembali lagi ke Jakarta dan menemani Novi dirumahnya.

Ciiiitt...

Taksi yang ditumpangi Claudia tiba-tiba saja berhenti, persis di depan kompleks perumahan Novi.

“ada apa Pak? Kok ngerem mendadak?”tanya Claudia pada supir taksi.

“sepertinya tadi ada tabrak lari disini, itu ada yang tergeletak di tengah jalan mba”

“yaudah, kita cek aja dulu Pak, kalau perlu kita tolong sekalian”perasaan Claudia mulai berubah, ada rasa takut yang tiba-tiba menguasai dirinya, dia sendiri tidak tau darimana rasa itu datang.

Claudia dan supir taksi itu keluar dari taksi untuk ngecheck kondisi korban. Dan Claudia melihat Novi disana, Novi tergeletak lemah dengan berlumuran darah. Claudia kaget bukan main!! Dia sangat amat shock!! Karena orang pertama yang sangat ingin ia temui sekarang sedang tergeletak tak berdaya. Payung yang Claudia genggam sampai terlepas karena ia langsung lemas melihat keadaan Novi. Tubuhnya kini basah. Claudia melihat ada kantong plastik obat tak jauh dari tempat Novi.

“apa Novi sakit? Seandainya iya, kenapa dia bisa ada di luar?”batin Claudia.

“mba, ini gimana? Mau dibawa ke rumah sakit gak?”tanya supir taksi pada Claudia.

Claudia yang tadi diam karena melihat banyaknya darah baru sadar ketika supir taksi menepuk pundaknya. Air mata Claudia menetes dan bercampur dengan hujan yang semakin deras, seperti ikut menangisi Novi. Claudia dan supir taksi langsung menggotong Novi ke dalam taksi. Di dalam taksi, Claudia yang masih panik langung menyuruh supir taksi untuk segera meluncur ke rumah sakit terdekat. Claudia hendak mengecheck denyut nadi Novi. Tapi dia tidak jadi melakukannya, dia malah langsung menutup rapat matanya. Dia lupa kalau dia phobia sama darah. Claudia mencoba tenang dan berdoa. Beberapa menit berlalu, Claudia mendengar suara handphone berdering, ia mencari-cari asal suara itu dan akhirnya ia menemukan handphone Novi di saku celananya. Claudia melihat nama Lee di layar dan segera mengangkatnya.

“hallo Nov, kamu gak kenapa-napa kan? Barusan kakak mimpi buruk tentang kamu, terus sekarang perasaan kakak juga gak enak, kamu baik-baik aja kan?”ucap Lee yang terdengar panik panjang lebar.

“ha.. hallo.. kak, ini bukan Novi tapi Claudia”balas Claudia terbata-bata.

“loh kok kamu yang jawab? Novi nya mana? Lagi tidur ya?”tanya Lee lagi.

“No.. Novi... kecelakaan kak”jawab Claudia sambil terisak.

“apa? Serius kamu?”tanya Lee lagi mencari kepastian.

“iya.. aku gak bisa jelasin banyak sekarang kak, aku sekarang lagi dijalan bawa Novi kerumah sakit terdekat, kakak kesana aja ya”balas Claudia mulai tenang.

“oke, kakak kesana sekarang juga”balas Lee lalu langsung memutus telefon.

Gak lama setelah telefon dari Lee diputus, taksi sudah sampai di rumah sakit. Supir taksi keluar dan memanggil suster. Suster datang dan segera membawa Novi ke UGD. Claudia menunggu di ruang tunggu UGD, sedangkan supir taksi izin untuk pergi ke kantor polisi untuk melapor perihal tabrak lari Novi. Claudia mulai berfikir, siapakah yang Novi butuhkan saat ini.

“gue harus ngehubungin siapa lagi ya? Ohh iya, Novi pernah cerita tentang Nicky, mungkin gue harus ngehubungi dia”batin Claudia.

Dengan tangan yang masih sedikit bergetar, Claudia membuka handphone Novi dan mencari siapa yang terakhir di telfon Novi. Dan Claudia benar-benar menemukan nama Nicky disana. Claudia langsung menghubungi Nicky.

“hallo Nov, ada apa nelfon lagi?”sapa Nicky dari seberang.

“ha.. hallo benar ini dengan Nicky?”tanya Claudia memastikan.

“iya, loh ini bukan Novi ya? Kok pake nomernya Novi?”tanya Nicky bingung.

“ini Claudia, sepupunya, mau ngabarin kalau Novi kecelakaan, sekarang ada di rumah sakit terdekat dari kompleks perumahannya. Kayaknya Novi butuh lo deh, bisa lo dateng?”

“apa? Serius? Padahal baru aja tadi telfonan sama Novi, oke, gue kesana sekarang!”balas Nicky lalu dia memutus telfonnya.

*****

Nicky tiba di rumah sakit yang dimaksud sepupu Novi di dalam telefon tadi. Nicky tak bisa menahan air matanya dan tak dapat membohongi dirinya kalau dia sangat sangat panik.

“Tuhan, jangan biarkan aku terlambat!! Berikanlah aku kesempatan untuk bertemu dia walau untuk yang terakhir kalinya, berikan aku kesempatan untuk.. untuk.. mengutarakan rasaku padanya”pinta Nicky dalam hati pada Tuhan-nya.

Nicky berjalan cepat menuju ruang UGD. Tidak ingin terlambat sedikitpun. Pintu UGD terbuka, Nicky langsung masuk. Di dalam ruangan itu dia menemukan seorang gadis dan seorang laki-laki lebih tua beberapa tahun darinya menangis tersedu. Ada juga seorang dokter dan suster yang menunduk, turut larut dalam duka. Nicky yang masih belum yakin melangkah maju hingga saat ini berdiri di samping kanan tempat Novi terbaring kaku. Novi sudah terlelap, untuk selama-lamanya. Nicky mendadak jadi lemas, ia tertunduk, menangis tersedu, seperti dua orang lagi di ruangan itu yang ia lihat tadi.

“aku terlambat...”lirih Nicky dalam tangisnya.

~bersambung~

Sampai jumpa lagi di Part selanjutnya yaa ^^

Leave your comment:
@SNICKERS_JKT
And
@call_me_alika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar