#XOfanfic #newseries
The Symphony of Love Part1
Sebelumnya, maaf kalau ada salah-salah penulisan kata.
Semoga ngerti yaa sama jalan ceritanya. Ceritanya ini
ganti-ganti sudut pandang, tapi penulisan tetep pake sudut pandang orang ketiga
kok. Terus alurnya juga maju mundur. Jadi, bacanya hati-hati ya. Enjoy the
story guys ^^
*****
Di salah satu kelas di kampus, ada tiga orang sahabat yang
sedang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing setelah kelas selesai. Mereka
adalah Nicky, Bobby dan Hendra. Nicky, dengan setelan casualnya sedang
tenggelam dalam bimbang. Hendra, yang duduk di samping kanan Nicky sedang
menyelesaikan beberapa catatan yang diberikan dosen saat kelas tadi. Bobby,
yang duduk di sebelah kiri Nicky sedang mendengarkan lagu dengan headset yang
baru saja dibelinya kemarin. Bobby yang melihat Nicky diam sedari tadi memecah
keheningan diantara mereka bertiga.
“jadi... kapan lo mau nembak Novi Nick?”tanya Bobby pada Nicky
sambil menyikut pelan lengan Nicky.
“gak tau juga nih Bob, gue juga bingung”jawab Nicky.
“jangan lama-lama loh Nick, nanti keduluan nyesel loh”goda
Hendra pada Nicky.
“iya.. iya.. nanti gue pikir-pikir lagi”balas Nicky.
Nicky, Bobby dan Hendra kembali ke kesibukannya masing-masing.
*****
Nicky sedang merenung di kamarnya sambil ngeliatin foto Novi,
gadis yang membuatnya jatuh hati. Novi berhasil membuat Nicky tergila-gila
dengannya, lewat suaranya, lewat tulisan-tulisanya dan lewat wajahnya. Novi
bukan hanya ditaksir oleh Nicky, tapi juga oleh hampir seluruh mahasiswa di
kampus. Dari mulai yang senior sampai yang junior. Bahkan sahabat-sahabat Nicky
juga menyukainya, terkecuali Bobby dan Hendra. Dari semua cowok di Kampus,
Nicky mungkin adalah salah satunya yang paling beruntung, karena Nicky bisa
deket sama Novi. Semua itu karena kejadian waktu itu...
*****
Setiap hari valentine, beberapa mahasiswa dan mahasiswi dari
kalangan atas ngadain pesta topeng. Semua mahasiswa dan mahasiswi kampus yang
populer diundang. Nicky, Hendra dan Bobby termasuk salah satunya. Mereka
populer karena mereka punya band indie namanya The ONE, walaupun band mereka
ini cuma band kampus aja, bukan band serius dan belum pernah nyiptain lagu(Cuma
ngecover lagu aja), mereka sudah punya banyak penggemar yang biasa di sebut T-OFF
[The One Friend Forever]. Novilia Diandra atau yang biasa dipanggil Novi juga
diundang. Novi jelas termasuk yang populer, walaupun dia tidak memiliki band
seperti layaknya Nicky. Paras cantiknya membuatnya digilai banyak mahasiswa di
kampus, tulisan-tulisannya yang biasa ia sumbangkan di majalah kampus juga
membuatnya makin populer.
Nicky memasuki ruangan pesta, dengan setelan kemeja putih dan
jas hitam, terlihat sangat gagah. Dia juga mengenakan topeng warna hitam,
topeng itu menutupi sebagian wajahnya dan memperjelas kedua mata indahnya. Di
dalam ruangan itu, Nicky langsung bergabung bersama empat orang sahabatnya yang
lain, Hendra, Bobby, Budi dan Agoy. Nicky dan beberapa tamu pesta topeng langsung
mengalihkan pandangan mereka pada seorang gadis yang baru saja memasuki ruang
pesta. Dia mengenakan gaun berwarna biru cerah, wajahnya sedikit terhalang oleh
sebuah topeng kupu-kupu yang cantik, walau cantiknya topeng itu tetap kalah
dengan kecantikannya. Gadis itu tampak sangat anggun, tapi anehnya, tidak ada
seorang pun yang mengenalinya. Gadis itu mulai masuk dan berjalan mendekati
teman-temannya. Setelah beberapa lama, Nicky baru tau kalau gadis itu Novi.
Satu jam berlalu, Novi terlihat menjauh dari teman-temannya,
Nicky yang memperhatikan Novi sedari tadi mengikuti Novi. Tadinya, Nicky
mengira, Novi akan pergi ke toilet. Ternyata dia salah, Novi malah menuju ruang
tangga darurat. Novi mulai melangkah menaiki anak tangga, sesekali berhenti
untuk menarik nafas, Nicky tetap mengikutinya dari belakang tanpa diketahui.
Novi berhenti, membuka sebuah pintu dan melangkah keluar. Novi dan Nicky saat
ini sedang berada di lantai paling atas hotel tempat pesta topeng ini
berlangsung.
“lo ngapain kesini?”pikir Nicky dalam hati.
Nicky ikut melangkah keluar seperti yang dilakukan Novi. Baru
saja satu langkah, Nicky mendengar isak tangis.
“jangan... jangan...”pikir Nicky lagi. Nicky mulai
menebak-nebak apa yang terjadi pada Novi.
Nicky berjalan mendekati Novi. Novi duduk tanpa alas, ia
memandangi bintang sesaat lalu menundukkan kepalanya dan menangis. Nicky
menghampiri Novi dan duduk disampingnya. Novi kaget dan berhenti menangis saat
menyadari ada sesorang yang tidak dia kenali duduk di sampingnya. Ia lalu
bangun dari duduknya dan beranjak pergi. Namun langkah kakinya kalah cepat
dengan tangan Nicky yang dengan sigap menahan pergelangan tangannya.
“kenapa pergi?”tanya Nicky pada Novi yang tidak dijawab sama
sekali.
“kalau lo butuh nangis, lo bisa kok nangis disini. Kalau lo
butuh cerita, gue bisa dengerin semua cerita lo. Kalau lo butuh sendiri, gue
bisa kok pergi dari sini. Yang penting lo bisa ngelepasin beban pikiran lo”lanjut
Nicky panjang lebar.
Novi hanya diam. Dia tidak jadi pergi dan kembali duduk di
sebelah Nicky. Nicky berinisiatif pergi setelah Novi kembali duduk di
sampingnya, karena menurut Nicky, Novi memang butuh waktu sendiri. Tapi saat Nicky
baru berjalan menjauh beberapa langkah dari Novi, Novi memanggilnya.
“kenapa pergi? Gue gak nyuruh lo pergi kok, gak mau dengerin
curhatan gue ya?”
Nicky tak percaya saat dirinya dipanggil oleh Novi. Sempat dia
kehilangan kendali atas dirinya karena terlalu senang, namun dengan mudah ia
mengembalikannya. Nicky kembali duduk di sebelah Novi dan mulai berbincang lagi
sambil memandangi indahnya langit malam.
“ngapain disini?”tanya Nicky.
“menyendiri aja”jawab Novi singkat.
“kenapa menyendiri?”
“karena... gue terpaksa kesini”
“terpaksa? Tapi terpaksa kenapa?”
“temen-temen yang maksa gue. Padahal... gue gak pernah suka
sama hari ini”
“loh kenapa? Bukannya hari valentine itu jadi hari yang penuh
cinta? Bukannya semua orang suka sama hari ini? Kenapa lo enggak?”Nicky semakin
bertanya-tanya.
“karena di hari valentine...”Novi tidak melanjutkan
kata-katanya.
Dia mulai menitikkan kembali air matanya. Nicky mencoba
membuat Novi tenang dengan mengelus-elus pelan pundak Novi. Lalu gak lama Novi
kembali melanjutkan kata-katanya sambil terisak.
“lima tahun yang lalu, di hari valentine, orang tua gue
bercerai. Itu awal mulanya gue gak suka sama hari ini. Kakak gue, Lee, juga pergi
ninggallin gue sama mama gue di hari valentine. Yang gue lebih gak nyangka lagi
adalah, kak Lee ninggallin gue dan mama cuma gara-gara tergiur sama harta yang
ditawarin papa gue. Puncaknya gue gak suka sama hari ini itu satu tahun lalu,
karena...”jelas Novi panjang lebar, lalu berhenti dan dia menangis tersedu.
Nicky juga ikut merasakan kesedihan yang dirasakan Novi. Ia
mencoba kembali menguatkan Novi dengan mengelus pelan pundak Novi. Novi mulai
tenang setelah beberapa menit berlalu.
“satu tahun yang lalu... tepat di hari ini juga, mama pergi
ninggallin gue, buat selama-lamanya...”Novi kembali menitikkan air matanya,
namun kali ini ia terlihat lebih tegar.
“sorry Nov, gue gak maksud bikin lo inget itu dan jadi sedih”
“iya, gakpapa kok, lagipula tadi kan yang mau cerita gue. Thank’s
udah mau denger cerita gue ya, udah lama gue gak sharing gini sama orang hehe”balas
Novi dengan senyum tipis yang dia paksakan.
“btw, lo kok bisa disini juga?”tanya Novi.
“gue.. gue.. tadi ngikutin lo hehe”
“ngapain?”
“abisnya lo aneh, tiba-tiba aja misah dari temen-temen lo”
“haha iseng deh, terus kok lo bisa tau nama gue Novi?”
“siapa sih di kampus ini gak gak tau Novilia Diandra? Anak
semester dua jurusan sastra Indonesia, yang tulisannya selalu dinanti-nanti
sama pembaca majalah kampus, yang dipuja-puja sama hampir seluruh mahasiswa di
kampus, yang penggemarnya dimana-mana”
“haha bisa aja lo, terus? Lo termasuk penggemar gue gitu?”goda
Novi.
“yaa gitu deh, jadi malu hehe”jawab Nicky malu-malu, pipinya
sedikit memerah.
“btw, nama lo siapa? Lo udah tau gue, tapi gue belum tau lo,
kan gak enak”
“nama gue Nicky Riyant, lo bisa panggil gue Nicky”balas Nicky
sambil menyodorkan tangannya ke depan Novi dan Novi menjabatya.
“wah, mahasiswa lain kalau tau gue jabat tangan sama lo pasti
envy deh hehe”
Novi ikut tertawa besama Nicky, ia sudah dapat sedikit mengesampingkan
masalahnya dan melupakannya sejenak.
“lo semester berapa?”tanya Novi.
“semester tiga”
“wah, berati gue sekarang lagi duduk sebelahan sama senior
dong yah”
“hehe iya, tapi jangan panggil kakak ya, kita seumuran kok”
“GeeR abis!! Siapa juga yang mau manggil kakak”ledek Novi
sambil menjulurkan sedikit lidahnya.
Nicky dan Novi menghabiskan malam mereka di tempat itu. Tertawa
bersama, berbagi cerita dan mungkin berbagi rasa juga. Kenyamanan timbul begitu
saja diantara mereka, semua berjalan apa adanya, tanpa dibuat-buat sedikitpun.
“thank’s God, untuk malam valentine terindah ini”batin Nicky.
Sejak malam itu, Nicky dan Novi semakin dekat. Mereka sering
terlihat jalan bersama. Dan tidak sedikit yang cemburu dan bertanya-tanya atas
kedekatan mereka itu.
*****
Di dalam sebuah kamar berwalpaper not balok, ada seorang
laki-laki yang sedang memandangi wajah gadis cantik di dalam sebuah figura foto
yang di genggamnya. Saat ini tengah malam, tetapi Nicky masih belum bisa
tertidur. Dia sedang mengingat saat-saat dia bersama Novi. Sungguh sebuah
kenangan yang indah untuknya. Tiba-tiba Nicky tersadar dari lamunannya karena
handphone nya berbunyi. Nicky segera mengambil handphonenya yang terletak di
atas rak yang berada persis di samping kanan tempat tidurnya. Dan saat dia
liat, tertera nama Novi di layar handphone nya, itu berarti Novi yang
menelfonnya, ia pun segera menerima telfon itu.
“hai! Belum tidur?”sapa Novi.
“hai juga! Belum nih, lo sendiri belum tidur Nov?”
“belum nih, gak bisa tidur gue, tiba-tiba gue kepikiran lo”
“ciee mikirin gue hehe, gue juga lagi mikirin lo nih Nov”
“hehe btw, maaf ya kalau gue ganggu lo malem-malem gini”
“iya gakpapa kok, gue malah seneng kok di telfon sama lo, btw,
ada apa ya?”
“gak ada apa-apa sih sebenernya, gue.. gue cuma mau minta maaf
aja sama lo kalau gue punya salah”
“lo aneh deh tiba-tiba minta maaf gini haha”
“yaa lagi error mungkin yaa, abaikan sajalah”
“hmm... besok bisa ketemuan?”
“buat apa?”
“gue mau ngomongin sesuatu, penting!”
“penting banget yah sampai gak bisa diomongin sekarang?”
“hehe iya, bisa kan?”
“bisa dong!”
“oke, besok setelah selesai kelas, gue tunggu di gerbang
kampus ya”
“sip”
“yaudah, udah malem nih, tidur gih, jangan kebanyakan ngalong
ahh”
“siap komandan! hahaha”
“haha dasar, yaudah met tidur Nov, have a nice dream ya”
“you too yah Nick, good night”
“good night”
Telefon terputus. Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.
Nicky dan Novi memang lama kalau sudah mengobrol maupun telefonan.
“besok adalah harinya!! Gue akan nyatain perasaan gue ke Novi
besok!!”batin Nicky.
“tapi tadi kenapa Novi minta maaf ya?”batin Nicky lagi, dia
mulai berfikir yang tidak-tidak, tapi dia segera menghapus pikiran buruknya dan
mencoba untuk tidur hingga akhirnya Nicky terlelap.
*****
Novi baru saja selesai telfonan sama Nicky. Laki-laki yang
berhasil membuatnya tertarik. Laki-laki yang membuatnya sedikit merubah
pendapatnya tetang hari valentine. Nicky berhasil membuat malam yang paling
Novi benci jadi malam yang menyenangkan untuk dikenang.
“kayaknya gue jatuh cinta sama dia, apa dia juga ngerasain hal
yang sama ya?”batin Novi sambil tersenyum-senyum sendiri.
“Aaa..!!”Novi menjerit kesakitan.
Kepala Novi tiba-tiba sakit. Novi berjalan menuju dapur,
membuka kotak P3K dan mencari obat sakit kepala. Sayangnya, Novi tidak
menemukan obat itu disana, obatnya habis. Pembatu rumah tangga di rumah Novi
sedang cuti dan supir Novi juga sedang sakit, jadi Novi harus membeli sendiri
obatnya di apotik terdekat untuk mengurangi rasa sakitnya.
Di luar sedang hujan deras, Novi yang masih pusing memaksakan
dirinya untuk keluar membeli obat. Novi mengenakan sweeter hitam hadiah ulang
tahun ke 17nya dari kakaknya, Lee. Novi lalu mengambil payungnya dan mulai
keluar menerobos hujan yang semakin deras. Apotik yang paling dekat dari rumah
Novi ada di seberang kompleks perumahannya. Tapi tanpa Novi duga, ada yang
sedang kebut-kebutan motor persis di depan kompleks perumahannya. Novi yang
masih pusing dan mulai kedinginan akhirnya memaksakan dirinya untuk melewati
gerombolan motor yang sedang kebut-kebutan itu dengan hati-hati. Ia berhasil.
Novi sampai di apotik dan membeli obatnya. Setelah dapat
obatnya, Novi keluar lagi dan ngelewatin jalan yang tadi. Anehnya, jalanan yang
tadi Novi lewati sepi, sudah tidak ada gerombolan motor tadi disana. Novi
menyebrangi jalan setelah memasikan tidak ada kendaraan. Saat Novi di tengah
jalan, kepalanya tiba-tiba pusing lagi dan kali ini lebih parah. Novi akhirnya
berhenti sebentar. Dan beberapa detik kemudian...
“Aaaaa...!!!”
*****
Claudia menghela nafas panjang. Sudah lama dia tidak menghirup
udara Jakarta, sudah sekitar tiga tahun lebih tepatnya. Tiga tahun yang lalu, Claudia
mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah menengah atas bidang musik di
Australia. Claudia terpaksa meninggalkan sahabat sekaligus kakak sepupunya,
Novi, di Indonesia. Claudia kembali ke Jakarta untuk melanjutkan kuliahnya di
tempat Novi kuliah, sekaligus menemani Novi yang sendirian dirumahnya.
Taksi yang ditumpangi Claudia melaju cepat menuju sebuah
kompleks perumahan. Kompleks perumahan tempat Novi, sahabat sekaligus kakak
sepupunya tinggal sendirian. Tanpa orang tua dan tanpa seorang kakak. Claudia pernah
membuat janji pada Novi, kalau dia akan kembali lagi ke Jakarta dan menemani
Novi dirumahnya.
Ciiiitt...
Taksi yang ditumpangi Claudia tiba-tiba saja berhenti, persis
di depan kompleks perumahan Novi.
“ada apa Pak? Kok ngerem mendadak?”tanya Claudia pada supir
taksi.
“sepertinya tadi ada tabrak lari disini, itu ada yang
tergeletak di tengah jalan mba”
“yaudah, kita cek aja dulu Pak, kalau perlu kita tolong
sekalian”perasaan Claudia mulai berubah, ada rasa takut yang tiba-tiba
menguasai dirinya, dia sendiri tidak tau darimana rasa itu datang.
Claudia dan supir taksi itu keluar dari taksi untuk ngecheck
kondisi korban. Dan Claudia melihat Novi disana, Novi tergeletak lemah dengan
berlumuran darah. Claudia kaget bukan main!! Dia sangat amat shock!! Karena
orang pertama yang sangat ingin ia temui sekarang sedang tergeletak tak
berdaya. Payung yang Claudia genggam sampai terlepas karena ia langsung lemas
melihat keadaan Novi. Tubuhnya kini basah. Claudia melihat ada kantong plastik
obat tak jauh dari tempat Novi.
“apa Novi sakit? Seandainya iya, kenapa dia bisa ada di luar?”batin
Claudia.
“mba, ini gimana? Mau dibawa ke rumah sakit gak?”tanya supir
taksi pada Claudia.
Claudia yang tadi diam karena melihat banyaknya darah baru
sadar ketika supir taksi menepuk pundaknya. Air mata Claudia menetes dan
bercampur dengan hujan yang semakin deras, seperti ikut menangisi Novi. Claudia
dan supir taksi langsung menggotong Novi ke dalam taksi. Di dalam taksi, Claudia
yang masih panik langung menyuruh supir taksi untuk segera meluncur ke rumah
sakit terdekat. Claudia hendak mengecheck denyut nadi Novi. Tapi dia tidak jadi
melakukannya, dia malah langsung menutup rapat matanya. Dia lupa kalau dia
phobia sama darah. Claudia mencoba tenang dan berdoa. Beberapa menit berlalu, Claudia
mendengar suara handphone berdering, ia mencari-cari asal suara itu dan
akhirnya ia menemukan handphone Novi di saku celananya. Claudia melihat nama
Lee di layar dan segera mengangkatnya.
“hallo Nov, kamu gak kenapa-napa kan? Barusan kakak mimpi
buruk tentang kamu, terus sekarang perasaan kakak juga gak enak, kamu baik-baik
aja kan?”ucap Lee yang terdengar panik panjang lebar.
“ha.. hallo.. kak, ini bukan Novi tapi Claudia”balas Claudia
terbata-bata.
“loh kok kamu yang jawab? Novi nya mana? Lagi tidur ya?”tanya
Lee lagi.
“No.. Novi... kecelakaan kak”jawab Claudia sambil terisak.
“apa? Serius kamu?”tanya Lee lagi mencari kepastian.
“iya.. aku gak bisa jelasin banyak sekarang kak, aku sekarang
lagi dijalan bawa Novi kerumah sakit terdekat, kakak kesana aja ya”balas Claudia
mulai tenang.
“oke, kakak kesana sekarang juga”balas Lee lalu langsung
memutus telefon.
Gak lama setelah telefon dari Lee diputus, taksi sudah sampai
di rumah sakit. Supir taksi keluar dan memanggil suster. Suster datang dan
segera membawa Novi ke UGD. Claudia menunggu di ruang tunggu UGD, sedangkan
supir taksi izin untuk pergi ke kantor polisi untuk melapor perihal tabrak lari
Novi. Claudia mulai berfikir, siapakah yang Novi butuhkan saat ini.
“gue harus ngehubungin siapa lagi ya? Ohh iya, Novi pernah
cerita tentang Nicky, mungkin gue harus ngehubungi dia”batin Claudia.
Dengan tangan yang masih sedikit bergetar, Claudia membuka
handphone Novi dan mencari siapa yang terakhir di telfon Novi. Dan Claudia
benar-benar menemukan nama Nicky disana. Claudia langsung menghubungi Nicky.
“hallo Nov, ada apa nelfon lagi?”sapa Nicky dari seberang.
“ha.. hallo benar ini dengan Nicky?”tanya Claudia memastikan.
“iya, loh ini bukan Novi ya? Kok pake nomernya Novi?”tanya
Nicky bingung.
“ini Claudia, sepupunya, mau ngabarin kalau Novi kecelakaan,
sekarang ada di rumah sakit terdekat dari kompleks perumahannya. Kayaknya Novi
butuh lo deh, bisa lo dateng?”
“apa? Serius? Padahal baru aja tadi telfonan sama Novi, oke,
gue kesana sekarang!”balas Nicky lalu dia memutus telfonnya.
*****
Nicky tiba di rumah sakit yang dimaksud sepupu Novi di dalam
telefon tadi. Nicky tak bisa menahan air matanya dan tak dapat membohongi
dirinya kalau dia sangat sangat panik.
“Tuhan, jangan biarkan aku terlambat!! Berikanlah aku
kesempatan untuk bertemu dia walau untuk yang terakhir kalinya, berikan aku
kesempatan untuk.. untuk.. mengutarakan rasaku padanya”pinta Nicky dalam hati
pada Tuhan-nya.
Nicky berjalan cepat menuju ruang UGD. Tidak ingin terlambat
sedikitpun. Pintu UGD terbuka, Nicky langsung masuk. Di dalam ruangan itu dia
menemukan seorang gadis dan seorang laki-laki lebih tua beberapa tahun darinya
menangis tersedu. Ada juga seorang dokter dan suster yang menunduk, turut larut
dalam duka. Nicky yang masih belum yakin melangkah maju hingga saat ini berdiri
di samping kanan tempat Novi terbaring kaku. Novi sudah terlelap, untuk
selama-lamanya. Nicky mendadak jadi lemas, ia tertunduk, menangis tersedu,
seperti dua orang lagi di ruangan itu yang ia lihat tadi.
“aku terlambat...”lirih Nicky dalam tangisnya.
~bersambung~
Sampai jumpa lagi di Part selanjutnya yaa ^^
Leave your comment:
@SNICKERS_JKT
And
@call_me_alika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar