XOfanfict by admin @SNICKERS_JKT
#XOfanfict
Part7
PERTHATIAN!!!
Ini
hanyalah cerita khayalan!
Just
for fun!
Have
a fun reading ya!
Fiction
story by admin @SNICKERS_JKT
COUPLE
Gue: “Hendra!! Bangun Ndra!! Lo kenapa?!”
Disaat
yang hampir bersamaan dengan Hendra yang jatuh pingsan, host sudah memanggil
XO-IX untuk tampil.
Host: “mari kita sambut XO-IX!!!”
Gue: “ya udah kalian perform aja, biar Hendra gue
yang urus”
Kiki: “tapi...”
Vanya: “bener kata dia, kalian perform aja, biar
Hendra kita yang urus”
XO-IX
yang tanpa Hendra, akhirnya perform. Gue sama Vanya berusaha ngebuat Hendra
sadar dan akhirnya berhasil. Selesai XO-IX perform, XO-IX ditambah gue dan
Vanya nganterin Hendra ke Rumah Sakit, karena Hendra masih pucat. Tapi
diperjalanan, Hendra nolak untuk kita bawa ke Rumah Sakit dan dia minta kita
untuk bawa dia ke rumahnya saja.
Hendra: “udah deh kalian balik aja, gue gakpapa kok,
cuma kecapekan aja, sebenernya dari kemaren juga udah kayak gini, tapi gak enak
sama fans kalau gak manggung”
Vanya: “kak Hendra ini tetep harus jaga kesehatan
dong! Nanti fans nya sedih loh kalau tau kakak sakit”
Lee: “gue setuju sama Vanya!!”
Agoy: “gue juga!!”
Nicky: “pokoknya... cepet sembuh yaa Ndra”
Hendra: “iya, makasih ya Nick. Maaf besok gak bisa
nemenin kalian perform di Ancol”
Bobby: “emangnya besok kita ada perform di Ancol ya?”
Iras: “mr. gayung Bobbynyooo..... gak usah pura-pura
gak tahu deh”
Bobby: “iya... mr. tembem...”
Bobby
nyubit pipi tembem nya si Iras, gue dan semua orang di kamar Hendra tertawa
melihat kelakuan mereka.
Kiki: “udah yuuk balik! Lagipula Hendra kan butuh
istirahat”
Alwin: “cepet sembuh ya Ndra, kita balik dulu”
Gue
dan anak-anak balik ke rumah masing-masing. Tadi dijalan pas nganterin Vanya ke
rumahnya, kita sempet ngobrol banyak, ternyata dia baik, jadi gak enak gitu
tadi udah cemburu sama dia. Setelah nganterin Vanya, saatnya gue dianterin
pulang. Sama siapa? Sama Nicky pastinya. Gak lama kemudian kita sudah sampai di
depan kostan gue, tapi pas gue mau turun, si Nicky nahan gue dan akhirnya
terjadi perbincangan singkat.
Nicky: “sekali lagi maaf ya Cin, buat yang masalah
aku sama Vanya tadi, aku sama sekali gak maksud”
Gue: “iya, aku juga minta maaf, aku salah, gak
seharusnya aku cemburu sama cewek sebaik Vanya”
Nicky: “aku malah seneng lagi kalau kamu cemburu,
itu tandanya kamu beneran sayang sama aku ;)”
Gue: “beuh, awas aja kalau bikin aku cemburu lagi,
gak janji deh aku :P”
Nicky: “hehehe iya enggak kok enggak akan lagi :)”
Gue: “aku pegang ya kata-kata kamu! Udah ya, aku
masuk dulu :)”
Nicky: “ehmm Cin, besok ikut ke Ancol ya ;)”
Gue: “ngapain? Nontonin kamu perform doang?”
Nicky: “udah pokoknya ikut aja ya!”
Gue: “iya... iya...”
Nicky: “bawa SLR sekalian ya Cin”
Gue: “buat apa lagi?”
Nicky: “buat foto-foto lah, SLR buat apa lagi selain
buat foto-foto?”
Gue: “okelah, yasudah aku masuk dulu yaa :)”
Nicky: “iya, met istirahat yaa kamuu... ;)”
Gue: “iya, kamu juga yaa ;)”
Keesokan
harinya sekitar jam 2 siang, gue dijemput sama pasukan perempuan. Di dalam
mobil, ada Raisa, Dinda, Riri, Saski dan masih ada 3 cewek lagi yang gak gue
kenal wajahnya. Setelah gue kenalan sama 3 cewek tadi akhirnya gue tau mereka
siapa. Nisa, cewek imut yang penampilannya cewek banget ini adalah pacarnya
Iras. Akhirnya si Iras punya pacar, gue kan jadi gak perlu khawatir kalau
tiba-tiba dia nembak gue lagi. Aira, cewek dengen wajah oriental ini adalah
pacarnya Lee. Milla, cewek manis dan pemalu banget dengan kacatama yang
membuatnya makin manis ini adalah pacarnya Agoy. Ternyata Dinda sama Kiki juga udah
balikan loh, pantesan aja ada si Dinda di mobil ini, karena tujuan kita ya
Ancol, tempat pacar-pacar kita perform. Tapi di tengah jalan, mobil kita
berhenti di salon.
Gue: “Sa, kok berhenti di salon sih?”
Raisa: “udah kalian semua gak usah bawel deh,
sekarang semuanya masuk aja ke dalam salon, kita disuruh tampil cantik sama
cowok kita”
Saski: “buat apa? Bukannya kita cuma mau nonton
mereka perform?”
Raisa: “kan tadi udah gue bilang, gak usah bawel”
Akhirnya
semua nurut sama Raisa. Kita masuk ke salon itu dan bener-bener di buat jadi
cantik, tapi karakter dari masing-masing kita tetep keliatan. Kayaknya salon
ini udah di booking khusus buat kita deh, tapi buat apa coba? Gue masih
bingung. Setelah semuanya selesai dengan rambut dan riasan wajah, Raisa ngasih
kita semua baju ganti yang lebih tepat disebut baju pesta.
Gue: “apaan lagi nih?”
Raisa: “lo bawel deh Cin, kalau gue bilang pake, ya
pake! Kalau maksud dari ini semua, nanti juga lo tau kok”
Selesai
ganti baju kita semua kembali ke mobil, agak ribet sih sebenernya, soalnya kita
disuruh pake highheels juga sama Raisa. Di dalam mobil, kita semua disuruh pake
penutup mata, gak tau deh tujuannya apa. Gak berapa lama setelahnya, mobil yang
di kendarain Raisa berhenti. Dan gue dituntun turun sama seseorang dengan
kondisi mata yang masih tertutup.
Setelah cukup lama berjalan dengan dituntun oleh
orang yang gue gak tau itu siapa, kita berhenti, dan akhirnya penutup mata gue
dibuka. Saat penutup mata gue dibuka, gue liat pemandangan pantai sore hari,
yaa hampir sunset lah, indaaa....h banget! Di arah jam 12 gue, selain ada
pemandangan pantai sore hari tadi, juga ada 8 meja makan yang sudah dihias
dengan cantik dengan 2 kursi di setiap mejanya. Gue liat ke kanan gue dan
ternyata 7 temen-temen gue yang tadi sudah dandan sampai semuanya jadi kayak
putri sudah berbaris rapi. Terakhir, gue berbalik badan dan melihat apa yang
ada dibelakang gue. Ternyata disana ada Nicky. Nicky berlutut di hadapan gue
dengan setangkai bunga mawar merah ditangan kanannya. Dan ternyata, Bobby, Alwin,
Kiki, kak Budi, Lee, Agoy dan Iras juga ngelakuin hal yang sama ke pasangan
mereka masing-masing.
Nicky dengan kemeja putih serta jas dan celana serba
hitam terlihat lebih tampan dari biasanya. Anak-anak XO-IX yang lain juga tampan
dengan balutan kemeja berwarna senada dengan yang dipakai Nicky. Gue ngambil
mawar merah dari tangan Nicky dan Nicky berdiri.
Nicky: “will you have dinner with me? :)”
Gue: “sweet dinner? Yes, of course ;)”
Gue digandeng
sama Nicky menuju meja makan kita, meja makan nomer 1, mungkin karena dia #XO1
kali yaa... pasangan-pasangan yang lain juga sudah menuju mejanya
masing-masing. Sebelum makan, Nicky ngasih gue hadiah spesial, sebuah kalung
yang isinya sebuah cincin bertuliskan Nicky Riyant, dan dia ngalungin itu di
leher gue. Pas Nicky memakaikan kalung itu di leher gue, ada yang motret kita,
kayaknya khusus di sewa deh sama mereka, soalnya di setiap meja juga ada. Ternyata
bukan cuma Nicky yang ngasih hadiah spesial buat gue. Tapi Iras juga ngasih
sesuatu yang spesial buat Nisa di meja nomer 2. Kak Budi juga gak mau kalah,
dia ngasih topi buat Raisa, soalnya Raisa itu memang suka koleksi topi, mereka
duduk di meja nomer 3. Agoy dan Milla duduk di meja nomer 4. Di meja nomer 5
ada cewek berwajah oriental Aira dan pacarnya Lee. Di meja nomer 6 ada pasangan
CLBK Kiki dan Dinda, mereka dari tadi pegangan tangan mulu nih. Alwin sama Riri
duduk di meja nomer 7. Dan pasangan terakhir, Bobby dan Saski, mereka duduk di
meja nomer 8. Gue rasa, harusnya Bobby dan Saski duduk di meja nomer 9 seperti
Bobby yang #XO9. Tapi, mereka jadi duduk di meja nomer 8 karena Hendra sendiri
juga gak mungkin ikutan acara kayak gini, Hendra kan belum punya pacar.
Matahari
hendak kembali ke peraduannya, langit tampak malu dan akhirnya merona. Rona langit
tak jauh berbeda dengan rona di pipiku, aku terlalu bahagia untuk semua yang
telah terjadi hari ini. Nicky nyalain lilin yang ada di meja kita sebagai
penerangan menjelang malam yang hampir datang. Setelahnya tangannya menggenggam
tangan gue.
Nicky: “Cin, aku sayang sama kamu :)”
Gue: “hahaha to the point banget :)”
Nicky: “hehehe gakpapa dong, yang penting itu jujur
dari hatiku yang paling dalam :)”
Gue: “eaeaea haha aku juga sayang sama kamu Nick :)”
Kita di
potret lagi, pegangan tangan dengan background sunset. Gue berdoa dalam hati.
Tuhan, aku
mohon, biarkan Nicky selalu bersamaku dan buatlah ia selalu mencintaiku.
Akhirnya matahari terbenam, ia berganti shift dengan
bulan dan bintang. Makan malam yang takkan pernah terlupakan. Di malam yang
cerah bertebarkan bintang-bintang dan dengan penerangan rembulan. Gue rasa,
bukan cuma gue aja yang gak akan pernah lupain malam ini, tapi Nisa, Dinda,
Aira, Milla, Riri, Saski dan bahkan mungkin Raisa yang udah bantu ngedandanin
kita dan mungkin udah tau soal dinner spesial ini, mereka pasti juga ngerasain
hal yang sama kayak gue dan gak akan pernah lupain malam ini. Terakhir, kita,
para “putri” diantar pulang oleh “pangeran” kita masing-masing. Gue malem ini
pasti tidur nyenyak nih, bahkan mungkin gue mimpi indah kali yaa... sebelum gue
turun dari mobil Nicky, dia nyium kening gue. Makin lengkap deh rasa bahagia
gue hari ini. Jadi gak pengen hari ini berakhir. Tapi pada akhirnya, gue tetap
bisa tertidur lelap setelah mandi dan membersihkan make up yang ada di wajah
gue dengan tangan yang terus menerus megang cincin yang dikalungin di leher gue
sama Nicky.
Keesokan harinya, gue, anak-anak XO-IX beserta pacar
mereka masing-masing kembali jengukin Hendra di rumahnya.
TOK..TOK..
TOK..
Iras
ngetuk pintu rumah Hendra. Dan pintu dibuka oleh Mbok Mar.
Mbok Mar: “ehh, ada temen-temennya den Hendra,
masuk.. masuk..”
Kita semua
masuk ke dalam rumah Hendra.
Kak Budi: “mbok, gimana keadaannya Hendra? Udah baikan?”
Mbok Mar: “udah, kemarin seharian di rawat sama
temennya”
Kiki: “temennya? Siapa mbok? Kita semua kan kemarin
pergi”
Mbok Mar: “waduh mbok juga gak tau namanya, temennya
yang perempuan, cantik deh pokoknya”
Bobby: “perempuan mbok? Serius?”
Mbok Mar: “iya, sekarang juga lagi nyuapin den
Hendra makan bubur tuh di kamar”
Nicky: “ohh gitu, yasudah kita naik dulu ya mbok,
mau jengukin Hendra”
Mbok Mar: “ohh, iya, silahkan.. silahkan.. hmm, mas,
mau dibikinin minum apa ya?”
Nicky: “air putih aja mbok, kita gak lama kok”
Mbok Mar: “ohh iya.. iya..”
Kita semua
naik ke lantai 2, tempat kamar Hendra berada. Pintu kamar Hendra gak ditutup
dan ternyata bener kata mbok Mar, ada perempuan disana. Setelah kita semua
mendekat, perempuan itu ternyata Vanya.
Alwin: “ohh, jadi suster cantik yang di ceritain
mbok Mar itu elo Van ;)”
Vanya: “ehh ada kalian”
Vanya
terlihat sedikit salah tingkah.
Hendra: “apaan deh Win, jangan digodain deh Vanya
nya”
Bobby: “ciee pasiennya ngebelain susternya ;) aseek
asekk hoy”
Saski
nyubit lengan Bobby. Mereka dari tadi gandengan tangan terus loh.
Bobby: “auu.. sakit Sas”
Saski: “makanya jangan jail, kasian Vanya sama
Hendra nya kamu jailin”
Bobby: “kan bercanda Sas, iya deh maaf.. maaf..”
Saski: “minta maaf nya jangan sama aku, tapi sama
Vanya dan Hendra”
Bobby: “iya.. maaf ya Van, Ndra”
Gue dan
yang ada di ruangan itu ketawa liat ulah Bobby dan Saski. Hendra dan Vanya juga
cuma jawab Bobby dengan anggukan.
Hendra: “guys, ada yang mau gue kasih tau sama
kalian”
Hendra
menggenggam tagannya Vanya lalu melanjutkan kata-katanya.
Hendra: “gue... sama Vanya udah jadian”
Vanya yang
duduk di sebelah Hendra yang masih berbaring lemah tersenyum malu-malu. Semua yang
ada di ruangan itu kaget tapi turut
berbahagia untuk Hendra.
Bobby: “cie... cie... PJ ditunggu loh ;)”
Lagi..
dan lagi.. lengan Bobby dicubit sama Saski. Semua tertawa, karena melihat
tingkah Bobby dan Saski dan karena turut bahagia atas hubungan Hendra dan
Vanya. Akhirnya, sekarang, masing-masing personil XO-IX sudah memiliki pasangan
mereka masing-masing. Nicky sama gue. Iras sama Nisa. Kakak gue, Budi, sama
Raisa. Agoy sama Milla. Lee sama Aira. Kiki sama Dinda. Alwin sama Riri. Hendra
sama Vanya. Pasangan terakhir, Bobby sama Saski. Gue harap, kita semua akan
selalu sama-sama. Dan gue harap kita semua akan selalu saling mencintai.
**********
Part selanjutnya
ditunggu aja yaa, diusahakan secepatnya kok :) Untuk komentar, kritik dan saran
kalian kita tunggu yaa, mention aja komentar, kritik dan saran kalian ke
@SNICKERS_JKT yaa :)
Nb: maaf kalau ada salah-salah penulisan kata dan ceritanya
agak lebay, maklum yaa adminnya masih ababil hihhihi ^^
keren cerita nx ^_^
BalasHapus