Selasa, 27 Desember 2011

XOfanfict by admin @SNICKERS_JKT Part7

XOfanfict by admin @SNICKERS_JKT
#XOfanfict
Part7
PERTHATIAN!!!
Ini hanyalah cerita khayalan!
Just for fun!
Have a fun reading ya!
Fiction story by admin @SNICKERS_JKT

COUPLE

Gue: “Hendra!! Bangun Ndra!! Lo kenapa?!”

          Disaat yang hampir bersamaan dengan Hendra yang jatuh pingsan, host sudah memanggil XO-IX untuk tampil.

Host: “mari kita sambut XO-IX!!!”

Gue: “ya udah kalian perform aja, biar Hendra gue yang urus”

Kiki: “tapi...”

Vanya: “bener kata dia, kalian perform aja, biar Hendra kita yang urus”

          XO-IX yang tanpa Hendra, akhirnya perform. Gue sama Vanya berusaha ngebuat Hendra sadar dan akhirnya berhasil. Selesai XO-IX perform, XO-IX ditambah gue dan Vanya nganterin Hendra ke Rumah Sakit, karena Hendra masih pucat. Tapi diperjalanan, Hendra nolak untuk kita bawa ke Rumah Sakit dan dia minta kita untuk bawa dia ke rumahnya saja.

Hendra: “udah deh kalian balik aja, gue gakpapa kok, cuma kecapekan aja, sebenernya dari kemaren juga udah kayak gini, tapi gak enak sama fans kalau gak manggung”

Vanya: “kak Hendra ini tetep harus jaga kesehatan dong! Nanti fans nya sedih loh kalau tau kakak sakit”

Lee: “gue setuju sama Vanya!!”

Agoy: “gue juga!!”

Nicky: “pokoknya... cepet sembuh yaa Ndra”

Hendra: “iya, makasih ya Nick. Maaf besok gak bisa nemenin kalian perform di Ancol”

Bobby: “emangnya besok kita ada perform di Ancol ya?”

Iras: “mr. gayung Bobbynyooo..... gak usah pura-pura gak tahu deh”

Bobby: “iya... mr. tembem...”

          Bobby nyubit pipi tembem nya si Iras, gue dan semua orang di kamar Hendra tertawa melihat kelakuan mereka.

Kiki: “udah yuuk balik! Lagipula Hendra kan butuh istirahat”

Alwin: “cepet sembuh ya Ndra, kita balik dulu”

          Gue dan anak-anak balik ke rumah masing-masing. Tadi dijalan pas nganterin Vanya ke rumahnya, kita sempet ngobrol banyak, ternyata dia baik, jadi gak enak gitu tadi udah cemburu sama dia. Setelah nganterin Vanya, saatnya gue dianterin pulang. Sama siapa? Sama Nicky pastinya. Gak lama kemudian kita sudah sampai di depan kostan gue, tapi pas gue mau turun, si Nicky nahan gue dan akhirnya terjadi perbincangan singkat.

Nicky: “sekali lagi maaf ya Cin, buat yang masalah aku sama Vanya tadi, aku sama sekali gak maksud”

Gue: “iya, aku juga minta maaf, aku salah, gak seharusnya aku cemburu sama cewek sebaik Vanya”

Nicky: “aku malah seneng lagi kalau kamu cemburu, itu tandanya kamu beneran sayang sama aku ;)”

Gue: “beuh, awas aja kalau bikin aku cemburu lagi, gak janji deh aku :P”

Nicky: “hehehe iya enggak kok enggak akan lagi :)”

Gue: “aku pegang ya kata-kata kamu! Udah ya, aku masuk dulu :)”

Nicky: “ehmm Cin, besok ikut ke Ancol ya ;)”

Gue: “ngapain? Nontonin kamu perform doang?”

Nicky: “udah pokoknya ikut aja ya!”

Gue: “iya... iya...”

Nicky: “bawa SLR sekalian ya Cin”

Gue: “buat apa lagi?”

Nicky: “buat foto-foto lah, SLR buat apa lagi selain buat foto-foto?”

Gue: “okelah, yasudah aku masuk dulu yaa :)”

Nicky: “iya, met istirahat yaa kamuu... ;)”

Gue: “iya, kamu juga yaa ;)”

          Keesokan harinya sekitar jam 2 siang, gue dijemput sama pasukan perempuan. Di dalam mobil, ada Raisa, Dinda, Riri, Saski dan masih ada 3 cewek lagi yang gak gue kenal wajahnya. Setelah gue kenalan sama 3 cewek tadi akhirnya gue tau mereka siapa. Nisa, cewek imut yang penampilannya cewek banget ini adalah pacarnya Iras. Akhirnya si Iras punya pacar, gue kan jadi gak perlu khawatir kalau tiba-tiba dia nembak gue lagi. Aira, cewek dengen wajah oriental ini adalah pacarnya Lee. Milla, cewek manis dan pemalu banget dengan kacatama yang membuatnya makin manis ini adalah pacarnya Agoy. Ternyata Dinda sama Kiki juga udah balikan loh, pantesan aja ada si Dinda di mobil ini, karena tujuan kita ya Ancol, tempat pacar-pacar kita perform. Tapi di tengah jalan, mobil kita berhenti di salon.

Gue: “Sa, kok berhenti di salon sih?”

Raisa: “udah kalian semua gak usah bawel deh, sekarang semuanya masuk aja ke dalam salon, kita disuruh tampil cantik sama cowok kita”

Saski: “buat apa? Bukannya kita cuma mau nonton mereka perform?”

Raisa: “kan tadi udah gue bilang, gak usah bawel”

          Akhirnya semua nurut sama Raisa. Kita masuk ke salon itu dan bener-bener di buat jadi cantik, tapi karakter dari masing-masing kita tetep keliatan. Kayaknya salon ini udah di booking khusus buat kita deh, tapi buat apa coba? Gue masih bingung. Setelah semuanya selesai dengan rambut dan riasan wajah, Raisa ngasih kita semua baju ganti yang lebih tepat disebut baju pesta.

Gue: “apaan lagi nih?”

Raisa: “lo bawel deh Cin, kalau gue bilang pake, ya pake! Kalau maksud dari ini semua, nanti juga lo tau kok”

          Selesai ganti baju kita semua kembali ke mobil, agak ribet sih sebenernya, soalnya kita disuruh pake highheels juga sama Raisa. Di dalam mobil, kita semua disuruh pake penutup mata, gak tau deh tujuannya apa. Gak berapa lama setelahnya, mobil yang di kendarain Raisa berhenti. Dan gue dituntun turun sama seseorang dengan kondisi mata yang masih tertutup.

Setelah cukup lama berjalan dengan dituntun oleh orang yang gue gak tau itu siapa, kita berhenti, dan akhirnya penutup mata gue dibuka. Saat penutup mata gue dibuka, gue liat pemandangan pantai sore hari, yaa hampir sunset lah, indaaa....h banget! Di arah jam 12 gue, selain ada pemandangan pantai sore hari tadi, juga ada 8 meja makan yang sudah dihias dengan cantik dengan 2 kursi di setiap mejanya. Gue liat ke kanan gue dan ternyata 7 temen-temen gue yang tadi sudah dandan sampai semuanya jadi kayak putri sudah berbaris rapi. Terakhir, gue berbalik badan dan melihat apa yang ada dibelakang gue. Ternyata disana ada Nicky. Nicky berlutut di hadapan gue dengan setangkai bunga mawar merah ditangan kanannya. Dan ternyata, Bobby, Alwin, Kiki, kak Budi, Lee, Agoy dan Iras juga ngelakuin hal yang sama ke pasangan mereka masing-masing.

Nicky dengan kemeja putih serta jas dan celana serba hitam terlihat lebih tampan dari biasanya. Anak-anak XO-IX yang lain juga tampan dengan balutan kemeja berwarna senada dengan yang dipakai Nicky. Gue ngambil mawar merah dari tangan Nicky dan Nicky berdiri.

Nicky: “will you have dinner with me? :)”

Gue: “sweet dinner? Yes, of course ;)”

          Gue digandeng sama Nicky menuju meja makan kita, meja makan nomer 1, mungkin karena dia #XO1 kali yaa... pasangan-pasangan yang lain juga sudah menuju mejanya masing-masing. Sebelum makan, Nicky ngasih gue hadiah spesial, sebuah kalung yang isinya sebuah cincin bertuliskan Nicky Riyant, dan dia ngalungin itu di leher gue. Pas Nicky memakaikan kalung itu di leher gue, ada yang motret kita, kayaknya khusus di sewa deh sama mereka, soalnya di setiap meja juga ada. Ternyata bukan cuma Nicky yang ngasih hadiah spesial buat gue. Tapi Iras juga ngasih sesuatu yang spesial buat Nisa di meja nomer 2. Kak Budi juga gak mau kalah, dia ngasih topi buat Raisa, soalnya Raisa itu memang suka koleksi topi, mereka duduk di meja nomer 3. Agoy dan Milla duduk di meja nomer 4. Di meja nomer 5 ada cewek berwajah oriental Aira dan pacarnya Lee. Di meja nomer 6 ada pasangan CLBK Kiki dan Dinda, mereka dari tadi pegangan tangan mulu nih. Alwin sama Riri duduk di meja nomer 7. Dan pasangan terakhir, Bobby dan Saski, mereka duduk di meja nomer 8. Gue rasa, harusnya Bobby dan Saski duduk di meja nomer 9 seperti Bobby yang #XO9. Tapi, mereka jadi duduk di meja nomer 8 karena Hendra sendiri juga gak mungkin ikutan acara kayak gini, Hendra kan belum punya pacar.

          Matahari hendak kembali ke peraduannya, langit tampak malu dan akhirnya merona. Rona langit tak jauh berbeda dengan rona di pipiku, aku terlalu bahagia untuk semua yang telah terjadi hari ini. Nicky nyalain lilin yang ada di meja kita sebagai penerangan menjelang malam yang hampir datang. Setelahnya tangannya menggenggam tangan gue.

Nicky: “Cin, aku sayang sama kamu :)”

Gue: “hahaha to the point banget :)”

Nicky: “hehehe gakpapa dong, yang penting itu jujur dari hatiku yang paling dalam :)”

Gue: “eaeaea haha aku juga sayang sama kamu Nick :)”

          Kita di potret lagi, pegangan tangan dengan background sunset. Gue berdoa dalam hati.

Tuhan, aku mohon, biarkan Nicky selalu bersamaku dan buatlah ia selalu mencintaiku.

Akhirnya matahari terbenam, ia berganti shift dengan bulan dan bintang. Makan malam yang takkan pernah terlupakan. Di malam yang cerah bertebarkan bintang-bintang dan dengan penerangan rembulan. Gue rasa, bukan cuma gue aja yang gak akan pernah lupain malam ini, tapi Nisa, Dinda, Aira, Milla, Riri, Saski dan bahkan mungkin Raisa yang udah bantu ngedandanin kita dan mungkin udah tau soal dinner spesial ini, mereka pasti juga ngerasain hal yang sama kayak gue dan gak akan pernah lupain malam ini. Terakhir, kita, para “putri” diantar pulang oleh “pangeran” kita masing-masing. Gue malem ini pasti tidur nyenyak nih, bahkan mungkin gue mimpi indah kali yaa... sebelum gue turun dari mobil Nicky, dia nyium kening gue. Makin lengkap deh rasa bahagia gue hari ini. Jadi gak pengen hari ini berakhir. Tapi pada akhirnya, gue tetap bisa tertidur lelap setelah mandi dan membersihkan make up yang ada di wajah gue dengan tangan yang terus menerus megang cincin yang dikalungin di leher gue sama Nicky.

Keesokan harinya, gue, anak-anak XO-IX beserta pacar mereka masing-masing kembali jengukin Hendra di rumahnya.

          TOK..TOK.. TOK..
          Iras ngetuk pintu rumah Hendra. Dan pintu dibuka oleh Mbok Mar.

Mbok Mar: “ehh, ada temen-temennya den Hendra, masuk.. masuk..”

          Kita semua masuk ke dalam rumah Hendra.

Kak Budi: “mbok, gimana keadaannya Hendra? Udah baikan?”

Mbok Mar: “udah, kemarin seharian di rawat sama temennya”

Kiki: “temennya? Siapa mbok? Kita semua kan kemarin pergi”

Mbok Mar: “waduh mbok juga gak tau namanya, temennya yang perempuan, cantik deh pokoknya”

Bobby: “perempuan mbok? Serius?”

Mbok Mar: “iya, sekarang juga lagi nyuapin den Hendra makan bubur tuh di kamar”

Nicky: “ohh gitu, yasudah kita naik dulu ya mbok, mau jengukin Hendra”

Mbok Mar: “ohh, iya, silahkan.. silahkan.. hmm, mas, mau dibikinin minum apa ya?”

Nicky: “air putih aja mbok, kita gak lama kok”

Mbok Mar: “ohh iya.. iya..”

          Kita semua naik ke lantai 2, tempat kamar Hendra berada. Pintu kamar Hendra gak ditutup dan ternyata bener kata mbok Mar, ada perempuan disana. Setelah kita semua mendekat, perempuan itu ternyata Vanya.

Alwin: “ohh, jadi suster cantik yang di ceritain mbok Mar itu elo Van ;)”

Vanya: “ehh ada kalian”

          Vanya terlihat sedikit salah tingkah.

Hendra: “apaan deh Win, jangan digodain deh Vanya nya”

Bobby: “ciee pasiennya ngebelain susternya ;) aseek asekk hoy”

          Saski nyubit lengan Bobby. Mereka dari tadi gandengan tangan terus loh.

Bobby: “auu.. sakit Sas”

Saski: “makanya jangan jail, kasian Vanya sama Hendra nya kamu jailin”

Bobby: “kan bercanda Sas, iya deh maaf.. maaf..”

Saski: “minta maaf nya jangan sama aku, tapi sama Vanya dan Hendra”

Bobby: “iya.. maaf ya Van, Ndra”

          Gue dan yang ada di ruangan itu ketawa liat ulah Bobby dan Saski. Hendra dan Vanya juga cuma jawab Bobby dengan anggukan.

Hendra: “guys, ada yang mau gue kasih tau sama kalian”

          Hendra menggenggam tagannya Vanya lalu melanjutkan kata-katanya.

Hendra: “gue... sama Vanya udah jadian”

         Vanya yang duduk di sebelah Hendra yang masih berbaring lemah tersenyum malu-malu. Semua yang ada di ruangan itu kaget tapi turut  berbahagia untuk Hendra.

Bobby: “cie... cie... PJ ditunggu loh ;)”

          Lagi.. dan lagi.. lengan Bobby dicubit sama Saski. Semua tertawa, karena melihat tingkah Bobby dan Saski dan karena turut bahagia atas hubungan Hendra dan Vanya. Akhirnya, sekarang, masing-masing personil XO-IX sudah memiliki pasangan mereka masing-masing. Nicky sama gue. Iras sama Nisa. Kakak gue, Budi, sama Raisa. Agoy sama Milla. Lee sama Aira. Kiki sama Dinda. Alwin sama Riri. Hendra sama Vanya. Pasangan terakhir, Bobby sama Saski. Gue harap, kita semua akan selalu sama-sama. Dan gue harap kita semua akan selalu saling mencintai.

**********

Part selanjutnya ditunggu aja yaa, diusahakan secepatnya kok :) Untuk komentar, kritik dan saran kalian kita tunggu yaa, mention aja komentar, kritik dan saran kalian ke @SNICKERS_JKT yaa :)
Nb: maaf kalau ada salah-salah penulisan kata dan ceritanya agak lebay, maklum yaa adminnya masih ababil hihhihi ^^

1 komentar: